Yang Lebih Baik

"Jadi, apa yang harus aku lakukan?"

"Carilah laki-laki lain. Aku tak lagi pantas untukmu."

"Tapi, tidak mungkin kan, aku menemukan lagi yang sepertimu?"

"Tidak, tidak. Jangan. Jangan yang seperti aku.

Mungkin, kamu perlu cari laki-laki yang bisa membalas pesanmu setiap sepuluh detik sekali?

Mungkin, kamu perlu laki-laki tampan dan seusiamu, hingga dapat kau banggakan di depan kawanan SMA-mu?
Jangan yang lebih tua ya, aku tak merekomendasi.

Atau bahkan, kalau bisa kau cari yang satu kelas denganmu. Agar kau dapat dengan mudah melepas rindu setiap harinya.

Pokoknya, cari yang belum bekerja! Supaya fokusnya hanya untuk membahagiakanmu seorang.

Mungkin, kamu perlu cari laki-laki yang tidak memiliki masalah dalam keluarganya? Supaya lelakimu itu memiliki mood dan temper yang lebih baik dari aku.

Oh, jangan cari yang anak sulung ya! Supaya ia tak perlu memikirkan adik-adiknya, dan perhatiannya fokus kepadamu.

Cari yang anak baik-baik ya! Kalau bisa bukan perokok, apalagi peminum. Yang seperti itu sudah jelas kan kalau hidupnya rusak.

Jangan cari orang yang mudah stress! Cari saja orang yang fokusnya untuk bersenang-senang.

Cari orang yang dapat dengan mudah kau cintai. Supaya ia tak perlu membuang satu tahunnya berupaya untuk memilikimu.

Dan yang paling penting,

cari orang yang bisa merekahkan senyum manismu lebih daripada aku."

-vhp,
sebuah akhir? (,)
atau
sebuah akhir. (?)
#vigiliohouseproject

Different.

Ia membenamkan kepalanya di pundakku. Air matanya mulai keluar tanpa malu-malu lagi.

"Gak apa-apa. Cowok brengsek kayak dia gak pantes buat lo." Aku akhirnya angkat bicara.

Ia melanjutkan tangisannya. Aku memutuskan untuk diam selama beberapa saat.

"Ayu..," suaranya lirih.

"Ya?"

"Makasih ya selalu ada buat gue. Andai gue seorang lesbian, pasti gue udah cinta mati sama lo."

Aku tersenyum untuk menutupi perasaanku yang seperti tersayat oleh kalimatnya barusan.

Mungkin, 'andai' itu akan selamanya tetap menjadi 'andai'.

Ia tidak tahu.

Bahwa aku diam-diam mencintainya.

-vhp, the forbidden love.
#vigiliohouseproject

The Moon, Sun, and Stars

You're my moon. You still seem to shine even in my darkest day

You're my sun. My morning sunshine. How can I not love the warmness you give? Just like every morning sunshine do.

But oops, I forgot. As being the sun, you're also one of those stars. The way you shine so bright, or the way you stand out of the lonely night, drag me out of my dream.

That you're far away from me.

-vhp, loving you from distances.

#scrivenseptember
#Scrivenseptemberday05

Too bitter

"Kopimu hari ini terlalu pahit, kawan."

Satu kalimat yang menyentakku.
Apa yang salah? Aku melakukan segala sesuatunya dengan baik dan benar! Seperti biasanya!

Aku terpaku dalam diam. Mencoba mengingat apa yang mungkin salah kulakukan.

"Tak apa kawan. Aku tahu harimu buruk."

Bagaimana ia bisa tahu? Memang hari ini tidak berjalan baik untukku. Tapi, apa ia bisa tahu hanya dengan mencicipi kopi buatanku?

"Kau tahu kan, bahwa suatu karya seni adalah representasi aura penciptanya?"

Aku mengangguk pelan.

"Sama halnya dengan lukisan atau musik, kopi bagiku merupakan satu karya seni yang unik."

"Ya, hari yang buruk memang tepat direpresentasikan pada secangkir kopi pahit."

-vhp, a cup of coffee knows.
#scrivenseptember
#scrivenseptemberday1
#scrivenseptemberday01

Vigilio - How to Be Human Lyrics

  Am D G Em I used to be a boy who grunt every here and there Am D G Masked on for seven days a week Am D G E Tired to div...